Terpikir Belajar Online

Terpikir Belajar Online? Coba Pertimbangkan Dahulu 5 Hal Ini

Berkembangnya teknologi tidak hanya berpengaruh pada perekonomian negara tetapi juga pada bidang pendidikan dengan belajar berbasis online yang saat ini sedang merabah. Selain lebih murah dari biaya bimbel biasa, belajar online juga bisa dilakukan dimana saja bahkan kapan saja sesuai waktu yang dimiliki oleh siswa.

Misal di suatu wilayah tertentu di Indonesia sangat sulit mendapatkan guru kimia yang bisa mengajar les private mata pelajaran kimia, tentunya dengan adanya platform online mendapatkan guru kimia yang bisa mengajarkan secara online akan lebih mudah. Untuk Anda di Jakarta yang mencari guru kimia, bisa klik di sini: https://lesmatematikaakong.wordpress.com/category/guru-kimia/

Lebih dari itu, pendidikan berbasis online juga menyediakan buku yang lengkap yang bisa siswa miliki dengan hanya mengunduhnya. Tentu tahu bukan bahwa tidak semua buku bisa didapatkan dalam bentuk softfile? Dengan pendidikan berbasis online, hal tersebut menjadi mungkin sehingga siswa bisa mendapatkan buku berkualitas dan bisa membacanya hanya dengan membuka file pada smartphonenya.

Apakah kelebihan pendidikan berbasis online ini membuat Anda sebagai orang tua tergiur mengikutsertakan anak Anda pada metode belajar e-learning? Jika ‘ya’, sebelum memutuskan, coba Anda pertimbangkan 5 kekurangan belajar online di bawah ini terlebih dahulu:

  1. Kenyamanan Belajar Bergantung pada Kondisi Jaringan

Belajar online biasanya dilakukan dengan menggunakan laptop atau smartphone di jam tertentu yang siswa inginkan. Siswa melakukan login terlebih dahulu, memilih materi hingga menerima materi dan tugas seperti halnya belajar pada umumnya.

Tetapi hal yang mesti Anda pertimbangkan sebagai orang tua adalah mengingat proses pembelajaran tersebut bergantung pada kelancaran jaringan. Jika server sedang mengalami down, atau sinyal sedang bermasalah, maka belajar yang kondusif tentu tidak bisa siswa dapatkan.

Kondisi jaringan atau server yang kurang bersahabat juga akan menciptakan miss understanding antara siswa dengan gurunya.

Hal tersebut bahkan umum terjadi pada pendidikan berbasis online yang kemudian perlu menjadi pertimbangan lainnya sebelum Anda memutuskan untuk mengikutsertakan anak Anda menjadi bagian dari e-learning.

  1. Timbulnya Ketergantungan pada Gadget

Semua pendidikan berbasis online menggunakan pembelajaran, tugas, hingga buku online, yang akan membuat siswa tidak bisa lepas dari gadget.

Ketergantungan pada gadget pada akhirnya menjadi hal yang perlu diwaspadai jika memutuskan untuk bergabung dalam dunia pendidikan berbasis online.

  1. Memiliki Kecenderungan Lebih pada Gangguan Penglihatan

Proses pembelajaran yang serba gadget menuntut anak Anda untuk terus membaca dan belajar online sehingga lebih cenderung mudah mengalami gangguan penglihatan.

Hal tersebut jelas dipengaruhi oleh radiasi gadget yang tidak baik bagi kesehatan mata jika dilakukan secara terus menerus.

  1. Cenderung Mengabaikan Aspek Sosial

Pendidikan berbasis online biasanya hanya melibatkan satu guru dan satu siswa. Proses pembelajaran tersebut jelas berbeda dengan proses belajar seperti biasa dimana siswa memiliki banyak teman, sehingga tidak hanya bisa belajar mandiri tetapi juga bisa belajar dengan metode diskusi.

Dengan demikian, hal lain yang perlu Anda pertimbangkan saat ingin mendaftarkan anak Anda untuk belajar online adalah berkurangnya interaksi sosial anak Anda bersama orang-orang disekitarnya.

Biasanya, anak cenderung introvert, tertutup dan pendiam karena lebih sering berinteraksi dengan gadget dibanding dengan lingkungan sekitarnya.

  1. Keterbatasan Interaksi Antara Murid dengan Guru

Hakikinya belajar tidak hanya bisa dilakukan di sekolah atau di tempat bimbel saja, tetapi juga di luar area belajar dengan tetap melibatkan guru didalamnya. Seperti kegiatan perlombaan antar sekolah atau antar tempat bimbel, silaturami antar sesama siswa serta kegiatan lainnya.

Bahkan, saat guru dengan siswanya mengobrol hal umum di luar jam belajar saja, itu akan membantu pendidik mengenal karakter siswanya hingga tahu metode belajar apa yang pas untuknya.

Hal tersebut tentu tidak bisa didapatkan pada siswa yang memilih belajar dengan berbasis online, mengingat diskusinya hanya dibatasi dengan interaksi online tanpa ada diskusi dengan temannya atau bincangan lain dengan gurunya.

Meski demikian, pendidikan berbasis online juga tetap memiliki point positif yang bisa siswa dapatkan. Bahkan beberapa tenaga didik penyandang disabilitas tertentu bisa mendapatkan lowongan kerja disabilitas dengan menjadi guru pengajar aplikasi online. Tetapi, yang perlu menjadi catatan adalah tetap memperhatikan ke 5 hal diatas, dan menjadikan pendidikan berbasis online sebagai kegiatan belajar tambahan, bukan pembelajaran pokok hingga mendominasi dari proses belajar pada umumnya.

shares